Bintang Argentina Mariano Navone Tumbangkan Novak Djokovic

Bintang Argentina Mariano Navone Tumbangkan Novak Djokovic

Bintang Argentina Mariano Navone menciptakan kejutan besar pada babak pertama US Open 2026 di Arthur Ashe Stadium. Petenis Argentina tersebut menyingkirkan Novak Djokovic melalui pertandingan lima set yang berlangsung selama 4 jam 36 menit. Navone menang dengan skor 7-6(5), 5-7, 4-6, 6-2, 6-1 atas petenis Serbia tersebut. Dengan demikian, Djokovic harus mengakhiri perjalanannya di turnamen Grand Slam tersebut sejak babak pertama.

Pertandingan berlangsung ketat sejak set pembuka karena kedua pemain saling memberikan tekanan. Navone sempat tertinggal sebelum mampu bangkit dan memaksakan tie-break pada set pertama. Setelah itu, ia berhasil mengamankan set pembuka melalui permainan yang konsisten. Namun, Djokovic kemudian membalas dengan merebut set kedua melalui skor 7-5.

Memasuki set ketiga, Djokovic kembali menemukan momentumnya dan berbalik unggul. Ia berhasil mengamankan set tersebut dengan skor 6-4 setelah pertarungan panjang. Akan tetapi, situasi berubah drastis pada set keempat karena Navone mulai mengambil kendali permainan. Petenis Argentina itu kemudian merebut set keempat dengan skor 6-2.

Bintang Argentina Mariano Navone pada set penentuan, Navone tampil semakin agresif dan mampu mempertahankan tekanan. Sementara itu, Djokovic mengalami kendala fisik yang memengaruhi pergerakannya di lapangan. Akhirnya, Navone menyelesaikan set kelima dengan skor telak 6-1.

Bintang Argentina Mariano Navone Manfaatkan Momentum Hingga Set Penentuan

Bintang Argentina Mariano Navone Manfaatkan Momentum Hingga Set Penentuan Navone menunjukkan ketahanan permainan sepanjang pertandingan yang berlangsung lebih dari empat jam. Selain itu, ia tetap menjaga fokus setelah kehilangan set kedua dan ketiga secara beruntun. Situasi tersebut menjadi penting karena Djokovic sempat berada dalam posisi unggul dua set berbanding satu. Namun, Navone mampu mengubah jalannya pertandingan melalui tekanan konsisten dari belakang garis.

Petenis Argentina tersebut juga memanfaatkan sejumlah kesalahan yang di lakukan Djokovic. Pada set pertama, Djokovic membuat 17 unforced errors dan gagal mempertahankan keunggulan awal. Navone kemudian terus memberikan tekanan hingga berhasil memenangkan tie-break dengan skor 7-5. Hasil tersebut menjadi awal dari perjuangan panjang menuju kemenangan terbesar dalam kariernya.

Selanjutnya, Navone meningkatkan intensitas permainannya pada set keempat. Ia berhasil mematahkan servis Djokovic dua kali dalam tiga gim servis awal. Djokovic kemudian mengambil medical timeout sebelum pertandingan memasuki set kelima. Setelah itu, Navone terus menjaga tempo dan tidak memberikan ruang bagi Djokovic untuk kembali bangkit.

Statistik pertandingan juga memperlihatkan ketatnya duel kedua pemain. Navone mencatat sembilan ace dan memenangkan 84 persen gim servisnya. Selain itu, ia berhasil mengonversi enam dari 17 peluang break point. Sebaliknya, Djokovic hanya mengonversi empat dari 12 peluang break point yang di dapatkannya.

Navone akhirnya mencatat kemenangan pertamanya dalam pertandingan lima set. Sebelumnya, ia belum pernah menghadapi Djokovic dalam pertandingan resmi. Bahkan, laga tersebut menjadi penampilan pertamanya di Arthur Ashe Stadium. Karena itu, kemenangan tersebut memiliki arti khusus bagi petenis Argentina berusia 25 tahun tersebut.

Kekalahan Bersejarah Djokovic Di US Open

Kekalahan Bersejarah Djokovic Di US Open kekalahan tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan Djokovic di turnamen Grand Slam. Untuk pertama kalinya, ia tersingkir pada babak pertama US Open sepanjang kariernya. Selain itu, kekalahan tersebut menjadi pertama kalinya sejak 2006 Djokovic tersingkir pada babak pembuka Grand Slam. Sebelumnya, dua kekalahan babak pertama Grand Slam terjadi pada Australian Open 2005 dan 2006.

Djokovic juga datang ke US Open sebagai unggulan keempat sekaligus pemilik empat gelar US Open. Namun, perjalanan tersebut berakhir setelah menghadapi Navone dalam pertandingan panjang. Kondisi fisik kemudian menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilannya. Djokovic mengungkapkan bahwa ia mengalami masalah seperti mual, kram, serta nyeri tubuh selama pertandingan.

Sementara itu, Navone melanjutkan perjalanan setelah mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya. Ia merupakan petenis berusia 25 tahun yang saat itu berada di peringkat dunia sekitar posisi 49. Menariknya, Navone di kenal berkembang dari latar belakang lapangan tanah liat. Ia mengaku baru mulai bermain di lapangan keras secara rutin sejak 2021 atau 2022.

Kemenangan atas Djokovic juga menjadi pengalaman penting bagi Navone di panggung Grand Slam. Ia sebelumnya baru menjalani dua penampilan di US Open sebelum edisi 2026. Kini, ia berhasil melewati babak pertama setelah mengalahkan salah satu nama terbesar tenis dunia. Selanjutnya, Navone harus kembali memusatkan perhatian untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Hasil tersebut membuat Navone menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian pada awal turnamen. Selain itu, kemenangan tersebut menambah catatan unik dalam sejarah pertandingan Grand Slam Djokovic. Bagi Navone, kemenangan di Arthur Ashe Stadium menjadi momen penting dalam perkembangan kariernya. Sementara itu, Djokovic harus menunda kembali upayanya mengejar gelar Grand Slam ke-25 Bintang Argentina Mariano Navone.