
Perodua Luncurkan QV-E, EV Buatan Malaysia Jangkauan 445 Km
Perodua resmi meluncurkan kendaraan listrik pertamanya, QV-E — sebuah langkah besar yang menandai era baru mobilitas ramah lingkungan di Malaysia. QV-E adalah singkatan dari Quest for Visionary-Electric Vehicle. Dan merupakan kendaraan listrik (EV) pertama yang di rancang serta di produksi di dalam negeri. Dengan rencana untuk memperluas jaringan produksi dan penjualan secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Peluncuran EV ini juga menjadi bagian dari strategi nasional Malaysia untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dan menurunkan emisi karbon di sektor transportasi.
Perodua QV-E di produksi di fasilitas Smart Mobility Plant di Sungai Choh, Selangor. Dengan target produksi awal mencapai 500 unit per bulan yang di proyeksikan meningkat hingga 3.000 unit per bulan pada kuartal ketiga tahun 2026. Strategi produksi ini mencerminkan ambisi Perodua untuk menjadi pemimpin dalam transisi kendaraan listrik di Asia Tenggara. Sekaligus mendukung pembentukan jaringan pemasok lokal yang kuat dan inovatif.
Perodua peluncuran QV-E juga di sambut langsung oleh tokoh pemerintahan Malaysia. Yang menilai kendaraan ini sebagai bukti bahwa negara memiliki kapasitas riset dan pengembangan yang mumpuni di tingkat otomotif. EV ini diposisikan untuk menarik minat pembelian dari kelompok pengguna kelas menengah yang ingin beralih dari kendaraan konvensional ke teknologi yang lebih bersih dan efisien.
Spesifikasi, Jangkauan, Dan Teknologi Unggulan Dari Perodua
Spesifikasi, Jangkauan, Dan Teknologi Unggulan Dari Perodua Perodua QV-E hadir sebagai crossover elektrik dengan desain sportback modern dan dimensi kompak namun fungsional. Mobil ini menggunakan baterai lithium-iron phosphate (LFP) berkapasitas 52,5 kWh yang di pasok oleh CATL. Salah satu produsen baterai terbesar di dunia. Menurut standar pengujian NEDC, QV-E mampu menempuh jarak hingga 445 km dalam satu kali pengisian. Membuatnya salah satu EV domestik dengan jarak tempuh kompetitif di kelasnya.
Performa dari motor listrik QV-E juga cukup impresif; dengan daya motor sekitar 150 kW dan torsi 285 Nm. Kendaraan ini mampu berakselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 7,5 detik. Top speed di klaim mencapai 165 km/jam, cukup tinggi untuk sebuah EV kompak yang di bangun dengan fokus penggunaan sehari-hari maupun perjalanan di jalan raya.
Teknologi lain yang di sematkan termasuk sistem pengisian cepat DC 60 kW yang memungkinkan pengisian baterai dari 30% hingga 80% dalam waktu sekitar 30 menit. QV-E juga di lengkapi fitur keselamatan canggih seperti sistem Child Presence Detection untuk mendeteksi keberadaan anak di kabin dan berbagai sistem bantuan pengemudi (ADAS). Interiornya memiliki layar infotainment 10,25 inci dan panel instrumen digital yang memberikan pengalaman berkendara modern dan terhubung.
Model Bisnis & Dampaknya Untuk Industri Otomotif Malaysia
Model Bisnis & Dampaknya Untuk Industri Otomotif Malaysia salah satu aspek yang paling menarik dari peluncuran QV-E adalah model bisnis baterai yang di gunakan Perodua. Yaitu Battery as a Service (BaaS). Melalui model ini, baterai tidak di jual bersama kendaraan tetapi di sewakan melalui kontrak berjangka. Sehingga biaya pembelian EV di muka dapat di tekan dan menjadi lebih terjangkau bagi konsumen. Pendekatan ini di maksudkan untuk mengurangi kecemasan pembeli terhadap biaya baterai serta biaya penggantian di masa depan.
Harga dasar QV-E ditetapkan sekitar RM80.000 (sekitar US$19.000) tanpa baterai. Dengan biaya sewa baterainya sekitar RM275 per bulan selama kontrak 9 tahun. Model ini memberi pilihan pembayaran lebih fleksibel kepada konsumen yang ingin memasuki era EV tanpa beban biaya awal yang tinggi.
Peluncuran QV-E juga menjadi langkah penting dalam pengembangan rantai pasok otomotif lokal di Malaysia. Perodua bekerja sama dengan puluhan pemasok lokal untuk komponen kendaraan. Yang di harapkan akan meningkatkan konten lokal hingga 50% pada pertengahan 2026 dan mencapai 70% pada 2030. Hal ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga menguatkan posisi Malaysia sebagai pemain penting dalam ekosistem EV global.
Melihat tren penetrasi kendaraan listrik yang terus meningkat, QV-E di proyeksikan akan menjadi model penting dalam strategi Perodua untuk menggaet konsumen EV baru sekaligus bersaing dengan pemain lain di segmen ini. Dengan jangkauan yang panjang, rangkaian teknologi modern, dan model bisnis baterai yang inovatif. Perodua QV-E siap menjadi salah satu EV yang menarik perhatian konsumen baik di Malaysia maupun potensi pasar ekspor di masa depan Perodua.